Home / Tech / Toilet Duduk Ternyata Lebih Tidak Sehat Dibandingkan Toilet Jongkok

Toilet Duduk Ternyata Lebih Tidak Sehat Dibandingkan Toilet Jongkok

Toilet duduk lebih banyak dikenal dan digunakan di negara-negara barat sejak abad ke-19, sedangkan toilet jongkok lebih banyak digunakan di Asia, terutama di rumah-rumah tradisional. Keduanya ternyata memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Umumnya orang mengenal dua jenis toilet, toilet duduk dan toilet jongkok. Sesuai namanya, seseorang berada dalam posisi duduk tegak saat buang air di toilet duduk. Sementara toilet jongkok biasanya tidak berjarak dari lantai dan mengharuskan orang berjongkok untuk buang air. Toilet jongkok dapat dilengkapi dengan fasilitas pengguyur ataupun terpisah. Akan tetapi, di Indonesia, kebanyakan toilet jongkok masih belum dilengkapi dengan fasilitas tersebut.

toilet duduk-alodoktertoilet duduk-alodokter

Meski toilet duduk sering diasosiasikan sebagai toilet yang lebih modern, tetapi bagaimana dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing jenis toilet ini?

Toilet Duduk Menyebabkan Dermatitis?

Di masa lalu, dudukan toilet pada toilet duduk diduga dapat menyebabkan dermatitis kulit. Dermatitis akibat duduk di dudukan toilet diduga dapat menyebabkan iritasi kulit di sekitar paha atas dan bokong. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan gatal dan ruam kulit. Jika gejala ini tidak ditangani, maka dapat berakibat timbulnya ruam yang disertai nyeri pada kulit. Iritasi pada dudukan toilet juga dapat disebabkan oleh material dudukan, seperti kayu yang divernis dan dicat.

Namun pada tahun 1980-an, dudukan toilet pada sebagian besar toilet publik telah berubah dari yang berbahan kayu menjadi berbahan plastik. Perubahan ini telah membuat kasus dermatitis akibat dudukan toilet menurun drastis.

Sementara itu menurut seorang profesor mikrobiologi, dudukan toilet memang bisa jadi tempat bernaungnya berbagai bakteri penyakit, seperti:

  • E.coli penyebab diare
  • S. aureus penyebab pneumonia atau penyakit kulit.
  • Streptococcus penyebab gangguan tenggorokan.

Sementara virus-virus lain, seperti HIV dan herpes umumnya tidak akan bertahan lama berada di luar tubuh manusia dan pada dudukan toilet. Ditambah lagi infeksi bakteri penyakit ini hanya dapat terjadi jika Anda memiliki luka terbuka pada bagian yang bersentuhan dengan dudukan toilet atau melalui membran seperti pada usus besar atau mulut.

Di sisi lain, dermatitis yang disebabkan duduk di dudukan toilet juga dapat disebabkan bahan kimia dari produk pembersih yang digunakan untuk membersihkan sarana tersebut. Alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride didecyl dan dimethyl ammonium chloride adalah contoh dua bahan yang terbukti menyebabkan iritasi kulit.

Toilet Duduk Lebih Berisiko Menyebabkan Wasir

Secara medis, ternyata ada anggapan bahwa toilet jongkok lebih sehat dibanding toilet duduk. Terlalu lama duduk sambil buang air di toilet duduk dapat menyebabkan wasir atau pembengkakan pembuluh darah. Ini disebabkan oleh peningkatan tekanan di pembuluh darah pada usus besar bagian bawah. Gejala-gejala wasir pada umumnya dapat berupa:

  • Gatal-gatal atau nyeri pada anus,
  • Nyeri saat buang air besar,
  • Adanya benjolan lunak di dekat anus,
  • Perdarahan pada usus besar. Biasanya darah menetes saat buang air besar.

Toilet Jongkok Relatif Lebih Mudah Dibersihkan

Toilet jongkok umumnya lebih mudah dibersihkan daripada toilet duduk. Oleh karenanya sebagian orang mempersepsikan toilet jongkok sebagai toilet yang lebih higienis dibandingkan toilet duduk. Tetapi sebagian orang lain mempersepsikan toilet duduk sebagai simbol modernitas, sementara toilet jongkok dipersepsikan sebagai sarana yang lebih tradisional.

Sayangnya, penggunaan toilet jongkok bisa jadi lebih menyulitkan daripada toilet duduk, terutama bagi orang dengan berat badan berlebih, lansia, dan orang-orang dengan cacat tubuh tertentu. Sebagai nilai plus, toilet duduk dinilai memperkecil kemungkinan air seni dan tinja terciprat ke pakaian.

Baik menggunakan toilet jongkok maupun toilet duduk, untuk memperkecil risiko terpajan bakteri terutama saat menggunakan toilet umum, cobalah ikuti panduan berikut.

  • Gunakan pembersih dudukan toilet sebelum buang air, terutama di toilet umum.
  • Produk pembersih ini umumnya berbentuk semprotan yang diaplikasikan ke dudukan toilet untuk kemudian dilap dengan tisu.
  • Anda juga dapat menggunakan penutup dudukan toilet atau tisu untuk mencegah kulit bersentuhan langsung dengan dudukan toilet.
  • Bilasan air yang biasa digunakan untuk membuang kotoran dalam toilet juga berisiko menyemprotkan bakteri ke area lain dari toilet seperti lantai ataupun dinding. Oleh karenanya, tutup toilet ketika membilas. Serta, hindari meletakkan tas atau bawaan Anda di lantai toilet saat Anda buang air. Tempatkan barang Anda pada gantungan yang biasa disediakan di dinding atau pintu.

Hal yang tidak kalah penting, selalu cuci tangan setelah menggunakan fasilitas toilet umum karena bahaya yang sebenarnya berasal dari bakteri yang menempel di tangan dan berpindah ke mulut. Gunakan tisu ketika membuka dan menutup atau saat menekan tombol bilas. Hal ini dikarenakan keran air di wastafel dan tombol untuk mengguyur adalah area di mana bakteri sering mengumpul. Jangan lupa untuk mengeringkan tangan setelah dicuci. Jika memilih menggunakan tisu, sebisa mungkin gunakan tisu yang tersimpan dalam tempat tertutup.

googletag.cmd.push(function(){googletag.display(“div-gpt-ad-1450067495602-0”);});

Check Also

Kocak, saat Jokowi Ditanya Netizen Soal Hokage Ke-8 ‘Naruto’

JAKARTA – Akun Youtube Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunggah video yang menjawab pertanyaan dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *