Home / Health / Tips Atasi Gejala Putus Nikotin Akibat Berhenti Merokok

Tips Atasi Gejala Putus Nikotin Akibat Berhenti Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok bukanlah hal yang mudah. Bagi sebagian orang, berhenti merokok juga dapat menyebabkan gejala putus nikotin.

Gejala putus nikotin bisa memicu stres dan sangat tidak menyenangkan, meski umumnya hanya terjadi sementara. Terutama dirasakan sekitar 48 jam setelah berhenti merokok dan akan mereda setelah 3-4 minggu kemudian.

Tips atasi gejala putus nikotin akibat berhenti merokok - alodokter

Ketergantungan nikotin membuat tubuh seseorang membutuhkan zat tersebut dalam kadar tertentu setiap hari. Ketika berhenti merokok maka berarti asupan nikotin dihentikan, kemungkinan timbul gejala putus nikotin seperti sakit kepala, mual, cemas, dan keinginan untuk kembali merokok.

Selain itu, kemungkinan gejala putus nikotin juga bisa berupa sembelit atau diare, kesulitan berkonsentrasi, marah atau perasaannya menjadi sensitif, sulit tidur, hingga rasa lapar yang berlebihan. Itu sebabnya, tak jarang yang mengalami kenaikan berat badan setelah berhenti merokok, karena lebih banyak makan.

Untuk meminimalisir gejala putus nikotin ada beberapa pilihan cara, antara lain :

  • Memanfaatkan terapi pengganti nikotin.

 Terapi ini memberikan asupan nikotin tanpa disertai dengan zat kimia berbahaya lainnya yang biasanya terkandung dalam rokok tembakau. Bagi orang yang mengalami gejala putus nikotin yang mengganggu, terapi ini dapat membantu meredakannya. Terapi pengganti nikotin ini dapat digunakan pada hari yang sama saat seseorang memutuskan berhenti merokok.

Umumnya tersedia dalam bentuk permen karet, permen pereda tenggorokan (lozenges), koyo (patches) yang ditempel pada kulit, ataupun obat semprot (nasal spray) dan obat hirup (inhaler).

  • Menggunakan bantuan obat-obatan.

Di bawah pengawasan dokter, gejala putus nikotin akibat berhenti merokok dapat memanfaatkan obat-obatan.  Obat antidepresan buproprion dapat digunakan bersama dengan terapi pengganti nikotin. Selain itu, ada pula obat varenicline yang dapat menghambat efek nikotin pada otak. Untuk penderita sakit jantung atau gangguan mental, sebaiknya lebih waspada terhadap penggunaan obat ini.

  • Mengikuti terapi perilaku.

Tujuan terapi ini yaitu untuk membantu menemukan pemicu keinginan merokok, misalnya situasi atau kondisi emosi tertentu. Kemudian, bersama dengan konselor atau konsultan, menemukan cara untuk mengatasi hal tersebut tanpa rokok..

  • Menerapkan terapi kombinasi.

Misalnya, menggunakan koyo nikotin sekaligus mengunyah permen karet, dan melakukan terapi perilaku dengan terapi pengganti nikotin atau obat-obatan. Menjalani terapi kombinasi kemungkinan akan lebih efektif dalam menghadapi gejala putus nikotin dan berhenti merokok.

Tak perlu cepat putus asa saat mencoba berhenti merokok. Tidak semua perokok berhasil berhenti pada upaya pertama. Rata-rata perokok berhasil melakukan upaya tersebut setelah enam kali mencoba. Selain itu, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengalihkan pada makanan rendah kalori, atau membeli hal lain sesuai hobi dari uang yang biasa dibelikan rokok.

Mintalah dukungan keluarga dan orang-orang di sekeliling Anda untuk upaya berhenti merokok. Jika Anda memutuskan menggunakan obat-obatan untuk mengatasi gejala putus nikotin, konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh jenis obat dan dosis yang tepat.

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *