Home / Health / Tidak Cuma Saat Gerhana Matahari, Mata Tetap Perlu Selalu Dilindungi

Tidak Cuma Saat Gerhana Matahari, Mata Tetap Perlu Selalu Dilindungi

Tidak banyak orang menyadari bahwa mata adalah organ yang rentan mengalami kerusakan. Lapisan yang melapisi mata, yaitu kornea, hanya memiliki ketebalan 0,5 mm saja. Oleh karenanya, mata perlu dilindungi, tidak hanya saat gerhana matahari, tapi juga tiap hari.

Sinar ultraviolet (UV) ternyata adalah salah satu penyebab utama cedera radiasi pada mata manusia. Sebagian besar radiasi sinar ini terserap oleh kornea. Serupa dengan kerusakan kulit akibat terbakar sinar matahari, kerusakan ini diakibatkan oleh akumulasi radiasi sinar pada epitel kornea.

gerhana matahari-alodoktergerhana matahari-alodokter

Pajanan sinar UV intensitas tinggi, seperti pada gerhana matahari, dapat langsung menyebabkan kerusakan yang serius pada mata. Tidak hanya itu, pajanan radiasi UV sehari-hari yang berlebihan dalam jangka panjang terkait dengan kemunculan penyakit di permukaan mata, bahkan terkait juga dengan perkembangan katarak dan kanker.

Yang Terjadi pada Mata Saat Menatap Cahaya Berintensitas Tinggi

Sinar UV, terutama yang di atas 1524 m, dapat menyebabkan kerusakan retina. Misalnya, menatap matahari secara langsung dengan mata telanjang, terutama saat gerhana matahari. Kerusakan pada retina yang ditimbulkan disebut retinopati surya.

Timbulnya titik kosong atau penglihatan kabur pada salah satu atau kedua mata adalah gejala yang umumnya terasa setelah pajanan. Hilangnya penglihatan akibat sinar UV ini umumnya terjadi selama setidaknya sebulan dan mungkin tidak dapat kembali seperti semula.

Ada juga gangguan lain yang disebut keratitis ultraviolet, yaitu luka bakar pada permukaan mata (kornea). Kornea melindungi bulatan hitam bernama iris pada mata dan berperan melindungi struktur di dalam mata. Kerusakan pada kornea dapat ditandai dengan gejala-gejala berupa mata berair, penglihatan kabur, mata merah, dan sensitif terhadap cahaya. Selain rasa sakit, kerusakan pada bagian ini dapat menyebabkan gangguan pada penglihatan hingga sepenuhnya kehilangan penglihatan.

Untuk menghindari terjadinya retinopati surya dan keratitis ultraviolet, disarankan untuk melihat gerhana matahari melalui teropong, kertas film atau klise foto, hingga kacamata khusus. Perlu diingat bahwa saran ini juga patut dilakukan bila Anda menghadapi paparan cahaya berintensitas tinggi lainnya.

Selain akibat sinar matahari, gangguan pada kornea mata juga dapat bersumber dari hal-hal lain, seperti akibat paparan sinar lampu blitz kamera terlalu sering, sinar lampu pada salon yang memiliki perawatan penggelapan kulit/tanning, lampu halogen, ataupun pancaran cahaya senter yang terlalu dekat dengan mata.

Akibat Jangka Panjang Paparan Sinar Matahari

Walaupun tidak sebesar intensitas gerhana matahari, pajanan sinar UV matahari sehari-hari juga dapat menimbulkan efek buruk jangka panjang pada mata, yaitu kelainan pada permukaan mata, kanker, dan katarak.

Contoh kelainan pada permukaan mata antara lain pterigium. Pterigium adalah tumbuhnya selaput pada kornea. Itu sebabnya orang dengan profesi tertentu yang sering terpajan sinar matahari seperti peselancar, petani, dan nelayan lebih berisiko mengalami pterigium. Pterigium biasanya muncul pada masa remaja atau usian 20-an. Kanker dan katarak yang terkait dengan pajanan sinar UV biasanya muncul setelah bertahun-tahun kemudian.

Oleh karenanya, tidak hanya saat gerhana matahari, sebenarnya mata tetap memerlukan perlindungan sehari-hari. Tanpa perlindungan, dapat terjadi akumulasi kerusakan pada mata yang pada akhirnya meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit-penyakit tersebut.

Yang Dimaksud dengan Bentuk Perlindungan Sehari-hari

Mengenakan kacamata hitam adalah salah satu cara termudah untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet. Selain gaya kacamata yang sesuai dengan bentuk wajah Anda, pastikan kacamata tersebut memiliki label antiradiasi ultraviolet.

Secara lebih mendetail, berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk melindungi mata ketika sedang beraktivitas di pekarangan rumah.

  • Waspadai partikel tanah, pasir, ataupun debu yang dapat masuk ke mata. Acanthamoeba, serangga kecil dalam tanah dan air, dapat menyebabkan luka pada kornea.
  • Waspada juga dahan-dahan pohon yang dapat mengenai mata.
  • Bahan kimia dalam berbagai produk berkebun, seperti pembunuh hama hingga semprotan tanaman berisiko mengiritasi mata. Bahan alkalin di dalamnya dapat mempenetrasi mata lebih cepat dari asam. Segera cuci mata dengan air yang mengalir jika mata Anda terkena bahan-bahan ini. Dapat juga dengan menggunakan cairan pencuci lensa kontak.
  • Kenakan pelindung mata dan kepala untuk olahraga tertentu yang berisiko mendatangkan bahaya pada mata, seperti bersepeda. Debu yang masuk ke mata dapat menyebabkan kecelakaan karena bisa mengganggu konsentrasi.
  • Lepaskan lensa kontak saat berenang. Kenakan kacamata renang untuk melindungi mata dari kaporit, terutama jika mata Anda sensitif.
  • Tidak hanya pekerjaan berat, menatap layar komputer terlalu lama saat bekerja juga dapat menyebabkan gangguan mata, dari mulai mata menjadi tidak nyaman hingga sakit kepala. Ambil jeda tiap kali memungkinkan untuk meringankan beban mata. Ini bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana, seperti melihat ke luar jendela.
  • Saat membaca dan bekerja, pastikan ruangan Anda memiliki cukup pencahayaan. Pastikan juga Anda mengenakan pelindung mata saat mengerjakan pekerjaan dengan peralatan las atau memotong menggunakan gergaji.

Selain hal-hal di atas, yang tidak kalah penting adalah memeriksakan mata begitu Anda merasakan hal yang tidak biasa, seperti penglihatan samar saat memandangi obyek yang agak jauh ataupun jika huruf di hadapan Anda tidak dapat terbaca dengan jelas. Jika tidak dikelola dengan baik, rabun jauh ataupun rabun dekat dapat membahayakan. Anda bisa saja melewatkan rambu lalu lintas saat mengemudi atau menabrak sesuatu di jalan.

googletag.cmd.push(function(){googletag.display(“div-gpt-ad-1450067495602-0”);});

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *