Home / Health / Sayangi Janin dengan Mencegah Preeklamsia Menjadi Eklampsia

Sayangi Janin dengan Mencegah Preeklamsia Menjadi Eklampsia

Data di tahun 2011 menunjukkan, setidaknya 25% Angka Kematian Ibu (AKI) disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan atau eklampsia.

Eklampsia merupakan komplikasi dari preeklampsia di mana seorang wanita mengalami kejang-kejang pada masa kehamilannya. Hal ini dapat terjadi sekalipun tidak memiliki riwayat kejang sebelumnya. Kejang terjadi karena aktivitas otak terganggu sehingga terjadi episode kewaspadaan menurun, mata melotot, dan tubuh gemetar.

sayangi janin dengan mencegah preeklamsia menjadi eklampsia - alodokter

sayangi janin dengan mencegah preeklamsia menjadi eklampsia - alodokter

Preeklampsia sendiri sebenarnya merupakan kondisi yang biasanya terjadi pada usia kandungan di atas 37 minggu, pada semester kedua, pada saat persalinan, atau dalam 48 jam setelah melahirkan. Pada preeklampsia ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan proteinuria (kadar protein tinggi di dalam urin).

Bagaimana seorang ibu bisa menderita eklampsia dan yang lain tidak, tidak diketahui dengan pasti. Tapi yang pasti, eklampsia akan terjadi jika ibu dengan preeklampsia tidak tertangani dengan baik. Tekanan darah yang tinggi pada preeklampsia akan membuat kerusakan pada dinding pembuluh arteri, terutama di otak. Kerusakan ini menghambat aliran darah, pembuluh darah akan membengkak, dan bila ini terjadi di otak, penderita akan kejang.

Kedua kondisi ini merupakan hal yang perlu diwaspadai dan dikenali dengan baik. Karena jika tidak, kondisi ini bisa membahayakan diri Anda dan janin.

Kenapa Eklampsia Bisa Membahayakan Ibu dan Janin?

Eklampsia dapat berbahaya karena akan memengaruhi kesehatan plasenta. Plasenta sendiri merupakan organ yang mengalirkan nutrisi, oksigen, dan darah ke janin atau calon bayi. Pada eklampsia, tekanan darah yang tinggi justru menurunkan aliran darah tersebut, dan membuat plasenta tidak dapat berfungsi dengan baik.

Jika Anda mengalami eklampsia atau mengalami masalah dengan plasenta, biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani persalinan prematur demi keselamatan dan kesehatan bayi. Kondisi eklampsia juga dapat membuat bayi terlahir dengan beragam masalah kesehatan, atau terlahir dengan berat badan kurang. Bahkan pada kemungkinan terburuk, bayi dapat lahir dalam kondisi meninggal.

Cegah Preeklamsia dan Eklampsia

Salah satu cara untuk mencegah kedua jenis penyakit ini tentunya dengan menghindari penyebabnya. Hanya saja, penyebab preeklamsia dan eklampsia hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Meski begitu, sebagian ahli mencurigai bahwa lemak tubuh yang berlebihan, genetik, dan nutrisi yang buruk merupakan penyebab terjadinya preeklampsia dan eklampsia.

Masih ada cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari kedua penyakit yang bisa membahayakan Anda dan janin ini. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kandungan secara berkala. Jangan anggap remeh hal ini sekalipun Anda merasa baik-baik saja. Dengan memeriksakan kandungan Anda secara teratur, dokter dapat mendeteksi sejak dini jika di dalam urine Anda terkandung banyak protein, tekanan darah Anda mulai meninggi, atau ada gejala yang dicurigai sebagai tanda preeklampsia atau eklampsia.

Hingga saat ini aspirin juga dianggap memiliki efek pelindung bagi wanita yang memiliki risiko preeklamsia. Dan jika menurut dokter Anda memiliki riwayat preeklamsia dan memiliki risiko yang signifikan, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi aspirin pada usia kandungan 12 minggu atau lebih. Dosis yang diberikan pun merupakan dosis rendah. Hindari penggunaannya jika belum mengonsultasikannya dengan dokter.

Tentu tidak ada seorang ibu yang ingin janin di dalam kandungannya berada dalam bahaya. Jadi, sayangi dan jaga baik-baik janin Anda dengan mengonsumsi makanan yang sehat, menjalani pola hidup sehat, dan yang tidak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan kandungan secara teratur.

Check Also

Apa Sajakah Tanda Dari Herpes Genital yang Perlu Kita Waspadai?

Apa Sajakah Tanda Dari Herpes Genital yang Perlu Kita Waspadai? – Salah satu penyakit infeksi menular …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *