Home / Health / Potensi Jintan Hitam atau Habbatussauda Mengatasi Berbagai Penyakit

Potensi Jintan Hitam atau Habbatussauda Mengatasi Berbagai Penyakit

Jintan hitam (black seed) atau biasa dikenal juga oleh masyarakat Indonesia sebagai habbatussauda sudah lama digunakan secara luas sebagai obat herba. Biji-bijian yang dalam bahasa latin disebut Nigella sativa ini biasa diolah untuk dijadikan bumbu masakan atau diambil ekstraksinya. Penelitian menunjukkan tanaman ini mungkin dapat bermanfaat bagi penderita asma.

Sejak masa lampau, habbatussauda telah digunakan untuk menangani berbagai penyakit, antara lain sakit gigi, sakit kepala, hidung mampet, cacingan, abses, radang mata, dan infeksi parasit.

Potensi Jintan Hitam atau Habbatussauda Mengatasi Berbagai Penyakit - Alodokter

Pada masa kini, habbatussauda digunakan masyarakat sebagai salah satu langkah menangani kondisi medis yang terjadi pada saluran pencernaan, seperti hemorrhoid (ambeyen) atau pembengkakan pembuluh darah vena pada dubur bagian bawah, diare, disentri, konstipasi, kembung, serta kolik. Selain itu, jintan hitam juga kerap digunakan untuk menangani kondisi medis pada pernapasan, seperti bronkitis, sesak napas, asma, alergi, batuk, flu, serta flu babi. Di samping itu, masyarakat menggunakan jintan hitam untuk mengatasi kondisi yang lebih serius, seperti untuk menurunkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengobati kanker.

Dengan peruntukkannya yang banyak ini, jintan hitam memberikan kesan sebagai obat super. Bagaimanakah hal tersebut dipandang dari sisi medis?

Habbatussauda Kemungkinan Efektif untuk Penyakit Asma

Asma merupakan peradangan jangka panjang pada saluran napas yang dapat menyebabkan penderitanya sulit bernapas, batuk-batuk, dan mengalami mengi ketika kambuh. Habbatussauda hingga saat ini memiliki beberapa bukti klinis yang mendukung penggunaannya untuk penyakit ini. Menurut penelitian, ekstrak herba ini apabila diminum dapat meredakan mengi dan batuk-batuk serta meningkatkan fungsi paru-paru.

Walau kemungkinan bermanfaat bagi penderita asma, habbatussauda kemungkinan tidak seefektif salbutamol dan teofilin dalam penanganan penyakit asma. Herba ini masih memerlukan bukti ilmiah berkualitas tinggi lainnya agar dapat direkomendasikan bagi kebanyakan penderita asma.

Potensi lain yang Terkandung pada Habbatussauda

Ada beberapa bukti ilmiah yang menyatakan bahwa habbatussauda dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan kanker, serta mengurangi reaksi alergi sebagai efek antihistamin, namun belum ada cukup informasi mengenai bagaimana efeknya pada manusia.

Thymoquinone merupakan senyawa kuat aktif yang terkandung di dalam biji jintan hitam. Senyawa ini dikatakan mempunyai efek antikanker. Pada beberapa penelitian pada hewan, thymoquinone dapat mengurangi ukuran tumor-tumor ganas. Selain itu, uji laboratorium menunjukkan bahwa thymoquinone secara efektif dapat menghambat pertumbuhan kanker darah (leukima) dan sel limfoma mieloid.

Penelitian lainnya terhadap hewan juga mengindikasikan bahwa habbatussauda berpotensi untuk meringankan efek penyakit alzheimer. Hal ini didukung oleh penelitian lain yang menunjukkan bahwa habbatussauda dapat memulihkan ingatan, kemampuan berpikir, serta perhatian.

Selain itu, sebuah penelitian besar juga mendukung pemakaian habbatussauda untuk penanganan rinitis alergi. Penyakit ini terjadi oleh karena peradangan pada hidung akibat reaksi alergi. Gejala penyakit ini mencakup hidung berair atau tersumbat, bersin-bersin, dan pembengkakan saluran di hidung. Gejala-gejala tersebut dapat dikurangi oleh habbatussauda, menurut sebuah penelitian lain.

Beberapa penelitian awal juga mengindikasikan manfaat jintan hitam pada beberapa kondisi kesehatan lainnya. Sebuah temuan dini menemukan manfaat jintan hitam mengurangi gejala putus obat opiat (salah satu narkotika) bila dikonsumsi sebanyak tiga kali sehari selama 12 hari. Selain itu, temuan dini lain menemukan konsumsi ekstrak jintan hitam dua kali sehari selama delapan minggu berkemungkinan dapat mengurangi tekanan darah tinggi pada sebagian kasus. Temuan dini lainnya adalah meminum ekstrak jintan hitam tiap delapan jam selama empat minggu kemungkinan dapat mengurangi jumlah kejadian kejang pada pasien epilepsi anak-anak.

Perlu diingat bahwa manfaat jintan hitam untuk kanker, alzheimer, rinitis alergi, mengurangi gejala putus obat opiat, tekanan darah tinggi, dan kejang, baru didukung oleh sedikit bukti ilmiah. Artinya, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian medis lainnya untuk membuktikan kemanjuran jintan hitam pada kondisi-kondisi tersebut. Begitu pula dengan klaim bahwa jintan hitam dapat menangani sakit sepala, nyeri sendi, gangguan menstruasi, meningkatkan jumlah air susu ibu (ASI), mencegah kehamilan, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker, hidung tersumbat, flu, bronkitis, batuk, serta berbagai masalah pencernaan.

Jangan Keliru,  Efek Sampingnya Tetap Ada

Minyak jintan hitam maupun ekstrak jintan hitam kemungkinan aman dikonsumsi ketika digunakan dalam jangka pendek. Saat ini belum ada cukup informasi tentang konsumsi dalam dosis yang besar dan dalam jangka panjang. Jintan hitam atau habbatussauda dapat menyebabkan alergi bila diaplikasikan pada kulit pada sebagian orang. Selain itu, jintan hitam berkemungkinan memperlambat pembekuan darah, meningkatkan resiko perdarahan, membuat tekanan darah turun, dan membuat gula darah turun. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi jintan hitam ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu, terutama bila Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Berhati-hati dalam mengonsumsi herba ini adalah sikap yang bijak karena produk-produk alami tidak selalu aman. Hingga saat ini, belum ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis yang tepat untuk jintan hitam.

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …