Home / Tech / Payudara Kecil Tidak Berarti Jumlah ASI Sedikit

Payudara Kecil Tidak Berarti Jumlah ASI Sedikit

Janganlah bunda khawatir, resah, atau gelisah. Payudara kecil tidak akan memengaruhi banyak atau tidaknya jumlah ASI yang keluar.

Calon ibu yang sedang mengandung untuk pertama kalinya mungkin pernah memikirkan apakah ASI akan cepat keluar setelah melahirkan. Atau apakah ASI yang dihasilkan akan cukup dan bisa mengalir deras. Dan untuk ibu dengan payudara kecil, kekhawatiran mungkin bertambah dengan adanya pertanyaan apakah ukuran payudara tersebut membuat produksi ASI semakin sedikit. Untungnya, hal tersebut tidak usah menjadi bahan pikiran.

Payudara Kecil Tidak Berarti Jumlah ASI Sedikit - alodokterPayudara Kecil Tidak Berarti Jumlah ASI Sedikit - alodokter

ASI dan Payudara Kecil

Ukuran payudara kecil atau besar ternyata tidak ada sangkut-pautnya dengan jumlah ASI yang keluar setelah ibu melahirkan. Mengapa? Ukuran payudara wanita yang tidak hamil sebagian besar ditentukan oleh berapa banyak lemak yang ada. Dan lemak ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan kuantitas ASI

Jumlah ASI yang ibu produksi biasanya ditentukan oleh berapa banyak si kecil menyusu. Semakin sering si kecil menyusu, semakin banyak pula ASI yang dikeluarkan oleh payudara ibu.

Ketika mengandung, hormon-hormon kehamilan membuat saluran ASI menjadi bertambah banyak dan membesar. Hormon tersebut pula yang merangsang kelenjar susu di payudara untuk mengeluarkan ASI dan membawanya ke saluran ASI yang berada di bawah puting dan areola (daerah gelap di sekitar puting).

Dan tahukah ibu jika payudara akan membesar dan menjadi lebih berat selama kehamilan? Hal tersebut biasanya terjadi memasuki usia kehamilan enam minggu atau delapan minggu. Dan bentuk payudara yang semakin besar itu akan sangat terlihat seiring dengan semakin dekatnya waktu persalinan. Jika pada saat ini payudara tetap terlihat kecil, jangan bersedih hati. Ibu bisa tetap menyusui Si Kecil, sama seperti ibu lainnya.

Namun, jika payudara ibu tidak membesar dan berubah selama kehamilan, serta tetap terasa lembut setelah melahirkan, itu mungkin disebabkan oleh tidak cukup banyaknya kelenjar susu penghasil ASI di payudara. Ibu bisa mengunjungi dokter untuk meminta saran dan solusi guna meningkatkan produksi ASI.

Yang memengaruhi produksi ASI

Banyak faktor yang memengaruhi jumlah produksi ASI selama ibu menyusui. Mulai dari kelahiran prematur, ibu yang obesitas, ibu memiliki tekanan darah tinggi selama hamil, merokok, hingga mengonsumsi obat-obatan tertentu. Pernah menjalani operasi payudara, terutama operasi pengecilan payudara, juga bisa menjadi penentu seberapa banyak ASI yang akan keluar nantinya.

Jumlah produksi ASI bisa ibu tingkatkan dengan melakukan berbagai hal berikut:

  • Diduga dengan mengonsumsi biji fenugreek, adas, bawang putih, sayuran berdaun hijau, jintan, ruku-ruku, adas sowa, labu, kacang lentil, kacang-kacangan, dan oat akan meningkatkan produksi ASI. Lebih baik diskusikan terlebih dahulu dengan dokter ibu.
  • Menyusui segera setelah melahirkan
  • Sering menyusui, 8-12 kali sehari pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan.
  • Posisi tubuh dan mulut si kecil tepat.
  • Hindari alkohol dan nikotin.
  • Istirahat yang cukup.
  • Kelola stres.
  • Minum banyak air.
  • Memijat payudara.

Meski memiliki payudara kecil, ibu juga dapat menyusui Si Kecil dengan normal. Namun, jika ada keluhan atau masalah selama menyusui, segera kunjungi dokter ibu untuk mendapatkan solusi dan saran.

googletag.cmd.push(function(){googletag.display(“div-gpt-ad-1450067495602-0”);});

Check Also

Kocak, saat Jokowi Ditanya Netizen Soal Hokage Ke-8 ‘Naruto’

JAKARTA – Akun Youtube Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunggah video yang menjawab pertanyaan dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *