Home / Tech / Mengasihani Paru-paru Perokok Melalui Artikel Ini

Mengasihani Paru-paru Perokok Melalui Artikel Ini

Banyak perokok yang berkelit dengan mengatakan tubuhnya sehat-sehat saja sehingga menjadikan mereka tidak memiliki motivasi yang kuat untuk menghentikankebiasaan buruknya ini. Nyatanya, sebagian besar kanker paru disebabkan oleh kebiasaan merokok secara jangka panjang.

Bayangkan bagaimana isi dan kondisi paru-paru seorang perokok jika dibandingkan dengan paru-paru seseorang yang tidak merokok. Merokok merusak jaringan paru dan saluran pernapasan yang tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Nah, dengan berhenti merokok maka bisa membuat tingkat keparahan kerusakan ini berhenti.

paru-paru perokok-alodokterparu-paru perokok-alodokter

Penelitian pada paru-paru perokok yang mengira dirinya sehat ternyata mendapati bahwa sekitar 40 persen dari mereka mengalami penebalan saluran napas atau emfisema. Pada akhirnya kondisi ini dapat berpengaruh kepada stamina mereka saat beraktivitas di keseharian kualitas hidup secara keseluruhan.

Bahkan menurut seorang  asisten profesor terkemuka, perokok yang setelah menjalani pemeriksaan medis dinyatakan masih memiliki fungsi paru-paru normal sebenarnya telah mengalami tahap awal COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) atau PPOK. Oleh karena itu, ketahuilah bahwa sebenarnya istilah “perokok sehat” kemungkinan besar hanyalah mitos belaka. Dengan begitu, untuk memiliki kondisi paru-paru yang lebih sehat, pertama-tama hentikan kebiasaan merokok Anda.

Rokok mengandung lebih dari 7000 bahan kimia yang berisiko bersarang di paru-paru. Dari 7000 bahan tersebut, 250 di antaranya termasuk ke dalam kelompok bahan-bahan berbahaya dan setidaknya 69 di antaranya adalah pemicu kanker, seperti arsenik, benzene, kromium, kadmium, nikel, dan vinil klorida. Kandungan nikotin saja terhadap seorang perokok berisiko meningkatkan tekanan darah, mengurangi kadar oksigen ke jantung, meningkatkan detak jantung, serta merusak bagian dalam pembuluh darah, termasuk yang berada di dalam jantung.

Cermati kembali penyakit-penyakit berikut ini. Semuanya adalah penyakit-penyakit yang lebih berisiko diidap oleh seorang perokok.

Kanker paru

Dalam waktu satu dekade setelah berhenti merokok, risiko Anda terkena kanker paru-paru akan berkurang hanya sekitar 50 persen dari yang seharusnya jika Anda tetap merokok dan akan terus menurun jika Anda tetap berkomitmen untuk tidak mengisap asap rokok lagi. Kerusakan pada jaringan paru-paru akan melambat dan kemudian berhenti seiring Anda berhenti merokok. Beberapa pekan setelah berhenti merokok, Anda akan merasa stamina lebih kuat, bernapas lebih ringan, dan lebih jarang batuk.

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Bronkitis kronis, emfisema atau kombinasi keduanya termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD).  Diperkirakan lebih dari 40 juta orang di dunia mengidap COPD.

Pada emfisema, dinding yang membatasi kantong udara (alveolar septa) menjadi rusak mengakibatkan kantung udara (alveoli) menjadi lebih besar dan jumlahnya berkurang. Alveoli yang membesar lebih tidak efektif dibandingkan alveoli kecil dalam pertukaran udara, sehingga mengganggu pertukaran oksigen dan karbondioksida. Pada paru-paru perokok yang telah menderita emfisema, seluruh bagian dada dapat membesar.

Asma

Pengidap asma yang merokok lebih berisiko mengalami memburuknya serangan asma dibandingkan penderita asma yang bukan perokok.

Lebih sering terkena flu dan pneumonia

Seseorang yang tidak merokok memiliki risiko yang lebih kecil mengalami pilek, flu, dan pneumonia dibandingkan dengan mereka yang berkebiasaan merokok tiap hari. Berhenti merokok adalah langkah bijak agar pilek, flu, dan pneumonia tidak terus-terusan mengintai Anda.

Penyakit jantung

Satu dari lima orang yang meninggal akibat penyakit jantung ternyata mempunyai kaitan langsung dengan merokok. Orang yang merokok memiliki risiko dua hingga empat kali lebih besar menderita penyakit jantung dibanding orang yang tidak merokok. Risiko penyakit jantung ini bahkan meningkat pada wanita perokok yang menggunakan pil KB.

Pada tingkatan keparahan tertentu, penyakit-penyakit di atas pada umumnya akan berujung kepada kematian. Hal yang menjadikannya ironis adalah bahwa sebenarnya para pengidap penyakit-penyakit di atas sudah tahu bahwa penyakit-penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan berhenti merokok. Jadi tunggu apa lagi? Hilangkan rutinitas merokok dari dalam jadwal keseharian Anda dan jalani hidup tanpa tembakau mulai dari sekarang.

googletag.cmd.push(function(){googletag.display(“div-gpt-ad-1450067495602-0”);});

Check Also

Kocak, saat Jokowi Ditanya Netizen Soal Hokage Ke-8 ‘Naruto’

JAKARTA – Akun Youtube Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunggah video yang menjawab pertanyaan dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *