Home / Health / Menelisik Keamanan Obat Pelangsing Perut

Menelisik Keamanan Obat Pelangsing Perut

Sejak zaman dahulu kala, menjaga pola makan dan rajin olahraga merupakan jalan yang harus ditempuh untuk melangsingkan perut dan tubuh. Tapi bagi mereka yang enggan bersusah payah, mengonsumsi obat pelangsing perut terasa lebih menggoda.

Setiap orang pasti ingin memiliki tubuh langsing dan sehat, terutama di bagian perut. Begah, susah bergerak, hingga sering disangka sedang hamil pasti pernah dialami oleh Anda yang memiliki perut buncit akibat kelebihan berat badan. Belum lagi, muncul berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, kolesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Ketika ingin menurunkan berat badan, mungkin tak sedikit orang melirik cara cepat dengan mengonsumsi obat pelangsing perut.

Menelisik Keamanan Obat Pelangsing Perut - alodokterMenelisik Keamanan Obat Pelangsing Perut - alodokter

Aman atau tidak?

Sebelum Anda ikut-ikutan menelan obat pelangsing perut, ada baiknya mencari tahu dan memperhatikan beberapa hal terkait. Mengapa? Mengonsumsi obat pelangsing perut diduga dapat memengaruhi kondisi jantung. Obat tersebut sering kali mengandung stimulan yang membantu Anda menjadi lebih waspada, tidak nafsu makan, dan mempercepat metabolisme. Sebagai akibatnya, obat pelangsing perut dapat meningkatkan denyut jantung. Bahkan detak jantung menjadi tidak beraturan pada orang yang rentan terkena gangguan irama jantung, seperti fibrilasi atrium.

Selain itu, obat pelangsing perut juga memiliki efek samping seperti sering buang air besar, buang air berbentuk cairan, kerusakan hati, gatal-gatal, ruam, sulit bernapas, sakit perut, menghalangi penyerapan lemak, dan lain sebagainya. Anda pun kemungkinan tidak mendapatkan asupan vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, dan K) yang cukup dalam tubuh.

Obat pelangsing perut pun dirasa belum tentu cocok dikonsumsi oleh semua orang. Meski demikian, obat ini diduga boleh dikonsumsi oleh beberapa orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, yaitu mereka yang:

  • memiliki indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih besar,
  • memiliki IMT 27 atau lebih tapi berisiko terkena penyakit terkait obesitas seperti diabetes tipe 2 atau tekanan darah tinggi,
  • berat badannya tidak turun 0,45 kg dalam seminggu setelah enam bulan rutin olahraga dan menjaga pola makan.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa penderita obesitas sulit menolak bau atau gambar makanan. Dua hal tersebut menyebabkan proses kimia (mirip kecanduan narkoba) di otak dan meningkatkan keinginan mereka untuk makan. Obat pelangsing diduga dapat mengubah cara otak menerima informasi  tentang makanan dan membantu mereka makan lebih sedikit.

Namun, ini bukan berarti obat pelangsing perut aman dan boleh langsung dikonsumsi. Dokter harus hati-hati mengevaluasi manfaat obat dan membandingkannya dengan risiko jangka panjang.

So, jika lain kali Anda melihat ada obat pelangsing perut di apotek, supermarket, toko kesehatan online, atau di mana pun, jangan langsung tergoda membelinya. Obat tersebut belum tentu terbukti aman, efektif, dan terdaftar dalam BPOM. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat pelangsing perut. Jika ingin perut mengecil dan bebas lemak, ada empat kunci yang dianjurkan harus dilakukan, yaitu olahraga, diet, tidur cukup, dan mengendalikan stres.

googletag.cmd.push(function(){googletag.display(“div-gpt-ad-1450067495602-0”);});

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *