Home / Tech / Luka Hati: Kenali Dampaknya, Lalu Obati

Luka Hati: Kenali Dampaknya, Lalu Obati

Luka hati merupakan sesuatu yang susah diantisipasi dan merupakan efek alamiah akibat tidak mampu mengontrol perasaan. Keadaan ini biasanya muncul saat seseorang yang disayang pergi tanpa kita kehendaki. Hati yang terluka bukan saja bisa terjadi ketika mendapati cinta tidak berbalas, namun juga ketika impian hancur atau mendapati anak pergi untuk selamanya.

Timbulnya luka hati bisa diartikan sebagai tanda adanya ketulusan pada sesuatu yang seseorang miliki atau jalani. Bentuknya bisa berupa hubungan kasih sayang, pekerjaan sehari-hari, upaya ketika mempelajari hal-hal baru, atau segala kegiatan dalam memperbaiki diri sendiri. Aktivitas psikologis ini bisa disebut sebagai sisi indah dari ketidakberdayaan akan cinta dan kasih sayang. Kepedihan ini memiliki cara tersendiri dalam mengisi memori, memiliki nilai keindahan tersendiri, dan membutuhkan kesabaran saat mengalami dan mencoba mengobatinya.

Efek Luka Hati pada Kesehatan Fisik

Meski luka hati merupakan kejadian nonfisik, namun bukan berarti hal tersebut tidak berpengaruh kepada tubuh seseorang. Inilah beberapa dampak negatif luka hati  bagi fisik yang mungkin muncul.

  • Dada terasa sakit

Salah satu efek buruk luka hati bagi kesehatan yang mungkin muncul adalah sakit dada. Menurut penelitian, lokasi otak yang dipengaruhi efek perasaan hati ini sama dengan lokasi ketika seseorang sedang sakit.

Saat seseorang mengalami luka hati, sistem saraf simpatis dan parasimpatis dipicu secara bersamaan. Ketika kedua sistem tersebut aktif secara bersamaan, maka tubuh akan mengalami rasa tidak nyaman. Salah satu bentuk ketidaknyamanan tubuh yang paling mungkin adalah munculnya rasa sakit di dada.

  • Depresi dan kecemasan

Efek buruk yang mungkin muncul terkait luka hati, antara lain terjadinya perubahan nafsu makan, penurunan motivasi, ketidakstabilan berat badan, dan keinginan untuk makan berlebihan. Selain itu, perasaan yang biasa muncul karena kehilangan sesuatu ini mungkin juga menyebabkan penderita mengalami sakit kepala, sakit perut, atau menurunnya kesehatan secara umum.

Perasaan ini juga sering kali membuat seseorang mengalami depresi, kecemasan, dan menarik diri dari keluarga atau sahabat. Hal-hal ini merupakan reaksi emosional yang biasa muncul ketika hati seseorang terluka. Perasaan emosional inilah yang kemungkinan bisa menyeret kepada kecemasan yang berlebihan.

Mengatasi Luka Hati agar Lebih Cepat Pergi

Beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi luka hati yang muncul akibat patah hati.

  • Ungkapkan melalui tulisan bisa juga membuat luka hati bisa terobati. Selain menulis cerita, ungkapkanlah dengan puisi.
  • Mencurahkan perasaan kepada orang lain alias berbagi cerita mungkin bisa membantu. Hanya saja, sebaiknya saringlah saran dari mereka dengan maksud menentukan yang paling cocok dengan situasi yang dialami.
  • Hindari mendengarkan musik yang selama ini dijadikan “lagu tema” selama bersama.
  • Ajak teman atau saudara untuk jalan-jalan atau menonton film. Selain menghibur, cara ini bisa juga dijadikan sarana untuk meredakan luka hati.
  • Tetap aktif melakukan kegiatan yang positif, menjaga pola makan, dan bergaul dengan lingkungan sekitar akan membantu meminimalkan risiko kesehatan akibat hati yang terluka.

Menghilangkan luka hati dari dalam perasaan seseorang membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk mempercepat masa-masa buruk itu berlalu, sebaiknya tahan diri untuk menjalin hubungan kembali  dengan orang yang menjadi penyebab perasaan buruk tersebut. Selain menghindari di dunia nyata, lakukan hal yang sama di dunia maya.

Check Also

Kocak, saat Jokowi Ditanya Netizen Soal Hokage Ke-8 ‘Naruto’

JAKARTA – Akun Youtube Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunggah video yang menjawab pertanyaan dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *