Home / Health / Kutu Anjing: Risiko Penyakit dan Cara Mengobati Gigitannya

Kutu Anjing: Risiko Penyakit dan Cara Mengobati Gigitannya

Bagi para pecinta hewan piaraan, mewaspadai keberadaan kutu anjing wajib dilakukan. Selain mengisap darah hewan, seperti anjing dan kucing, serangga ini juga bisa menggigit dan mengisap darah manusia.

Keberadaan kutu anjing pada mamalia, termasuk manusia, bukan saja menimbulkan efek mengganggu, namun juga membahayakan kesehatan. Bahkan, kutu ini bisa mentransfer cacing pita dan penyakit lainnya kepada hewan piaraan yang dia jadikan tempat hidup. Saat menggigit manusia, kutu ini bisa menyebabkan aneka gangguan kesehatan, mulai dari gatal hingga muncul benjolan-benjolan kecil. Pada sebagian kasus, benjolan-benjolan ini bisa mengeluarkan darah.

Deretan Masalah yang Ditimbulkan pada Manusia

Kutu anjing memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat pada hewan piaraan. Namun jangan merasa tenang dulu hanya karena Anda tidak memiliki anjing atau kucing di rumah. Kutu juga berpotensi menginvansi halaman rumah seseorang terutama jika kebersihannya tidak dijaga.

Saat kutu anjing menggigit manusia, beberapa tanda yang muncul bisa berupa kemunculan benjolan-benjolan merah berukuran kecil. Benjolan ini biasanya disertai lingkaran merah yang mengelilingi pusat gigitan. Lokasi favorit gigitan kutu anjing pada tubuh manusia adalah di bagian kaki atau pergelangan kaki. Selain wilayah tersebut, pinggang, ketiak, dada, paha, dan lipatan siku juga umum menjadi lokasi gigitan kutu ini. Biasanya, gigitan muncul secara berkelompok sebanyak tiga atau empat dalam garis lurus.

Pada daerah yang digigit, rasa gatal yang parah bisa saja muncul. Pada area yang gatal ini, ruam kemungkinan akan muncul juga. Rasa gatal yang parah tersebut berpotensi menyebabkan infeksi. Selain itu, pada tiap gigitan kemungkinan timbul rasa nyeri atau sakit. Infeksi, nyeri, dan sakit ini bisa muncul akibat tidak tahan untuk menggaruknya.

Meski jarang, kutu anjing juga bisa menjadi perantara infeksi cacing pita pada manusia. Penyakit tersebut dinamakan dipilidiasis, yaitu ketika seseorang terinfeksi cacing bernama Dipylidium caninum. Seseorang menderita penyakit ini jika secara tidak sengaja menelan kutu anjing yang sudah terinfeksi parasit cacing Dipylidium caninum.

Cara Mengobati Gigitan Kutu Anjing

Bila Anda mengalami gigitan kutu anjing yang menimbulkan reaksi ringan seperti bekas gigitan kemerahan, gatal, ataupun terjadi sedikit bentol, Anda dapat menggunakan losio kalamin ataupun krim hidrokortison yang dijual bebas.

Namun, apabila Anda ingin menggunakan bahan-bahan alami, berikut beberapa cara yang dapat Anda coba.

  • Balurkan ampas kelapa

Cara mengobati gigitan kutu anjing dengan ampas kelapa ini sangat mudah. Cukup balurkan ampas kelapa pada daerah yang terkena infeksi dan bungkus dengan handuk sekitar satu jam. Setelah itu, bilas daerah yang terkena gigitan tersebut hingga bersih. Lakukan sekitar tiga kali untuk mengurangi efek pembengkakan yang bisa muncul akibat gigitan kutu.

  • Oleskan lidah buaya

Cara mudah lainnya untuk mengobati gigitan kutu anjing adalah dengan memakai lidah buaya. Cukup mematahkan daun lidah buaya dan gosokkan pada bekas gigitan. Jangan cemas jika tidak ada tanaman lidah buaya, Anda masih bisa oleskan dengan gel yang mengandung lidah buaya. Khasiatnya antara keduanya sama saja. 

  • Gunakan daun kemangi

Tanaman lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati gigitan kutu anjing adalah daun kemangi. Hancurkan daun kemangi dan oleskan pada area yang digigit. Jika ada minyak kemangi, cukup tetesi dua kali saja pada jari tangan, kemudian oleskan di daerah yang digigit.

  • Cuci dengan teh

Bagaimana jika Anda digigit kutu anjing saat sedang bersantai menyeruput teh di halaman rumah? Tidak usah menunggu lama untuk mengobati gigitannya. Langsung saja cuci daerah yang digigit dengan minuman yang Anda sedang nikmati tersebut. Selain bisa dengan dibasuh dengan air larutan teh, menempelkan kantong teh pada area yang terkena gigitan juga sama efektifnya.

Jika gigitan kutu anjing sudah mengakibatkan rasa gatal yang parah, mintalah saran dari dokter. Dokter bisa merekomendasikan penggunaan obat antihistamin sebagai langkah penanganan.

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *