Home / Health / Kelenjar Adrenal, Si Kecil dengan Fungsi Besar

Kelenjar Adrenal, Si Kecil dengan Fungsi Besar

Kecil-kecil cabe rawit. Biarpun kecil, kelenjar adrenal memiliki fungsi yang tidak boleh diremehkan.

Tahukah Anda jika kelenjar adrenal ternyata ada dua buah? Ya, tiap kelenjar terletak di atas ginjal dan berukuran kurang lebih sebesar separuh jempol. Walau kecil, kelenjar adrenal bertanggung jawab menghasilkan berbagai hormon di dalam tubuh. Kelenjar adrenal yang sehat membantu berbagai fungsi tubuh berjalan dengan baik. Sehingga gangguan pada kelenjar ini akan mengakibatkan dampak yang besar pada tubuh.

Kelenjar Adrenal Si Kecil dengan Fungsi Besar - alodokter

Fungsi kelenjar adrenal

Kelenjar adrenal terdiri dari dua bagian, yaitu korteks adrenal (bagian luar) dan medula adrenal (bagian dalam). Korteks adrenal bertanggung jawab memproduksi tiga jenis hormon, yaitu mineralokortikoid  (kortisol) yang mengatur natrium dalam tubuh, glukokortikoid yang meningkatkan kadar glukosa darah, dan gonadokortikoid yang mengatur hormon seks. Jika korteks adrenal berhenti berfungsi, proses metabolisme yang penting untuk kehidupan kita pun akan terhenti dan mengakibatkan kematian.

Sedangkan medulla adrenal mengeluarkan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradenalin) pada saat stres. Hormon epinefrin atau adrenalin bertugas meningkatkan aliran darah ke otot, merangsang jantung untuk berdetak lebih cepat dan bekerja lebih keras, meningkatkan kewaspadaan pikiran, mempersiapkan tubuh menghadapi keadaan darurat, dan mengirimkan sinyal antara sel-sel saraf di otak. Sementara itu, hormon norepinefrin atau noradrenalin secara umum berfungsi untuk menggerakkan tubuh dan otak untuk bertindak dengan  meningkatkan aliran darah ke otot rangka, meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, merangsang pelepasan gula darah dari simpanan energi tubuh.

Jika hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal terlalu banyak atau terlalu sedikit, tubuh bisa menjadi sakit. Kerja kelenjar adrenal pun dapat dipengaruhi oleh berbagai penyakit seperti gangguan autoimun, infeksi, tumor, dan perdarahan.

Penyakit kelenjar adrenal

Ada beberapa penyakit yang dapat memengaruhi fungsi kelenjar adrenal, dua di antaranya adalah sindrom Cushing dan penyakit Addison.

Sindrom Cushing

Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh kelebihan hormon kortisol dalam waktu lama. Kondisi ini lebih sering menyerang wanita dan mereka yang berusia 25-40 tahun. Gejala sindrom Cushing antara lain adalah berat badan naik, wajah membulat dan kemerahan, timbulnya bantalan lemak di punggung atas atau pangkal leher, berjerawat, lengan dan kaki kurus, tubuh terasa sangat lelah, otot melemah, tekanan darah dan kadar gula darah tinggi, mengalami gangguan tidur, merasa depresi dan cemas, menstruasi tidak teratur, kulit mudah memar, tulang melemah, dan lain-lain. Jika menyerang anak-anak, sindrom Cushing dapat menyebabkan obesitas dan pertumbuhan terhambat.

Penyakit Addison

Penyakit Addison menyerang jika kelenjar adrenal rusak, hingga membuat tubuh kekurangan hormon kortisol. Wanita dan mereka yang berusia 30-50 tahun rentan terkena penyakit ini. Penyakit Addison memiliki tanda-tanda seperti tubuh merasa kelelahan, kehilangan nafsu makan, berat badan turun, otot melemah, bad mood, merasa sangat haus, pusing, pingsan, kram, bibir atau gusi menjadi kehitaman, dan lain-lain.

Anda bisa membantu menjaga kesehatan kelenjar adrenal dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, berolahraga, dan tidur yang cukup. Tidak hanya organ tubuh besar yang harus dijaga, kelenjar adrenal yang kecil pun memiliki peran yang tidak sedikit bagi tubuh. Yuk, jaga kesehatan luar dan dalam tubuh dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *