Home / Health / Kelainan Pigmen Sebabkan Kulit Berubah Warna

Kelainan Pigmen Sebabkan Kulit Berubah Warna

Banyak atau sedikitnya pigmen memengaruhi warna kulit seseorang. Namun, ada kalanya warna kulit berubah karena penyakit kelainan pigmen.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pigmen adalah zat warna tubuh manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Macam-macam warna kulit manusia dipengaruhi oleh zat pigmen tubuh yang disebut melanin. Jika melanin dalam tubuh terlalu banyak, maka warna tubuh akan semakin gelap. Begitu pula sebaliknya, jika tubuh memproduksi sedikit melanin maka warna kulit pun menjadi lebih cerah.

 

Melanin dihasilkan oleh sel-sel yang disebut melanosit. Ketika melanosit rusak atau tidak sehat, produksi melanin pun bisa terganggu. Hasilnya, warna kulit juga ikut terpengaruh alias mengalami gangguan pigmentasi. Ada sebagian gangguan pigmentasi yang hanya memengaruhi sebagian kecil area kulit. Namun, ada juga gangguan pigmen yang menyerang seluruh tubuh. Berikut adalah beberapa gangguan pigmen yang bisa Anda alami.

Melasma

Melasma adalah masalah kulit dimana timbul bercak-bercak hitam di kulit pipi, dahi, batang hidung, dagu, leher, dan tangan. Selain itu, melasma juga bisa muncul di area tubuh yang sering terkena sinar matahari. Melasma lebih umum terjadi pada wanita, namun pria juga bisa terkena kondisi gangguan pigmen ini. Jika menimpa wanita hamil, melisma juga disebut chloasma. Chloasma dapat hilang dengan sendirinya setelah masa kehamilan selesai atau bisa juga diobati dengan krim kulit.

Apabila Anda menderita melasma, disarankan agar kulit untuk tidak terlalu sering atau terlalu lama terpapar sinar matahari, mengoleskan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi setiap saat, memakai topi bertepi lebar, dan berobat ke dokter kulit.

Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya warna kulit sehingga timbul bercak-bercak putih di kulit. Vitiligo terjadi karena berkurangnya melanin secara lokal hanya di daerah kulit tertentu. Biasanya, perubahan warna muncul pertama kali pada daerah yang terpapar sinar matahari seperti tangan, lengan, kaki, wajah dan bibir.

Tanda-tanda penyakit pigmen ini antara lain adalah munculnya uban pada rambut, bulu mata, alis, atau jenggot sebelum berusia 35 tahun, berubah atau hilangnya warna pada retina (lapisan dalam bola mata) serta jaringan yang melapisi bagian dalam mulut dan hidung (selaput lendir), dan timbulnya bercak putih di sekitar ketiak, pusar, alat kelamin, dan dubur.

Albinisme

Albinisme adalah kelainan genetik akibat mutasi gen yang menyebabkan tidak berfungsinya sel-sel yang memproduksi melanin dengan baik. Mutasi genetik ini membuat kulit, rambut, atau mata pada albinisme menjadi tidak berwarna serta menimbulkan masalah pada mata. Albinisme tidak bisa diobati, oleh karena itu, penderita kelainan pigmen ini harus menggunakan tabir surya setiap saat. Karena tanpa melanin, kulit penderita albinisme lebih berisiko rusak akibat sinar matahari atau bahkan terkena kanker kulit.

Jadi ternyata kulit tak kalah berharganya dengan organ tubuh lainnya. Merawat kulit sangat disarankan agar kesehatan tetap terjaga. Jika di kulit Anda tiba-tiba muncul bercak hitam atau putih, dianjurkan untuk segera menghubungi dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan lebih lanjut. Karena siapa tahu, itu merupakan kelainan pigmen.

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …