Home / Health / Gas Helium Bisa Mematikan, Sekaligus Menolong

Gas Helium Bisa Mematikan, Sekaligus Menolong

Menghirup gas helium terlalu dalam dapat menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen, terjadinya emboli paru-paru, dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Gas helium terdapat pada balon gas yang biasa digunakan bermain oleh anak-anak. Banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa gas tersebut berbahaya dan sebaiknya dihindari.

Di sisi lain, dalam dunia medis, gas helium dapat dipadukan dengan oksigen, sehingga membuat penderita kelainan paru-paru menjadi lebih mudah bernapas.

gas helium - alodokter

Hindari Menghirup Gas Helium

Anak-anak senang bermain balon gas yang berisi helium. Pada pesta ulang tahun anak-anak, balon gas helium juga biasanya dijadikan hiasan. Selain itu, para guru kerap menggunakan balon gas sebagai bahan percobaan ilmu pengetahuan.

Sebagai orangtua, Anda disarankan untuk mengenalkan pada anak-anak bahwa gas helium tidak boleh dihirup. Seperti yang sudah disebutkan di atas, menghirup gas helium dapat menghambat pasokan oksigen, berpengaruh pada kesehatan paru-paru, dan yang terparah, dapat menyebabkan kematian.

Penggunaan Gas Helium di Dalam Dunia Medis

Meskipun menyimpan risiko yang dapat membahayakan kesehatan, gas helium dapat digunakan untuk merawat pasien dengan penyakit tertentu.

Di dalam dunia medis, gas helium digunakan untuk membantu pernapasan bagi pasien dengan kondisi paru-paru tertentu, seperti serangan asma akut. Untuk penggunaannya, oksigen dicampur dengan helium dengan komposisi perbandingan 21:79, 70:30, ataupun 60:40. Senyawa ini disebut dengan helioks. Menurut beberapa penelitian, helioks juga mungkin dapat digunakan sebagai langkah pertolongan keadaan darurat pada pasien yang mengalami penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Seorang penderita PPOK kesulitan menghirup udara secara normal. Campuran helium dengan oksigen dalam kadar tertentu dapat mempermudah pasien untuk bernapas. Hal ini bisa terjadi karena gas helium berperan dalam menurunkan resistensi saluran pernapasan di saluran napas atas, menurut seorang ahli penyakit paru. Dengan begitu, aliran udara yang awalnya mengalami turbulensi berubah lebih halus (dikenal dengan istilah laminar) sehingga membuat pasien bernapas lebih mudah.

Biasanya helioks tersedia sebagai salah satu perawatan di ICU, yaitu untuk penderita asma, gejala PPOK berat, atau sebagai perawatan paliatif pada PPOK stadium akhir.

Belum Tersedia untuk Perawatan di Rumah

Sayangnya, helioks belum memungkinkan untuk digunakan sebagai zat perawatan di rumah karena harganya yang mahal. Selain itu, helioks tidak bisa digantikan dengan helium yang ada pada balon gas sebab helioks yang dapat bermanfaat untuk lebih memudahkan pernapasan adalah yang sudah dicampur dengan oksigen dengan kadar campuran tertentu. Anda juga tidak diperkenankan mencampur helium dengan oksigen sendiri.

Di sisi lain, meskipun kerap digunakan sebagai alat bantu pernapasan untuk penderita PPOK, saat ini helioks bukan standar alat pengobatan bagi penderita penyakit tersebut. Manfaat penggunaan helioks juga belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *