Home / Health / Bahan Dasar Kosmetik adalah Kimia, Jadi Bisa Berbahaya

Bahan Dasar Kosmetik adalah Kimia, Jadi Bisa Berbahaya

Kehidupan seorang wanita tak lepas dari kosmetik. Selain untuk mempercantik diri, kosmetik juga digunakan untuk tujuan kesehatan, mulai dari mengatasi jerawat, melindungi kulit dari efek buruk sinar terik matahari, menghidrasi dan menutrisi kulit, melawan tanda-tanda penuaan, dan sebagainya. Meski begitu, seorang wanita yang mengutamakan kecantikan dan kesehatan juga harus memahami bahan-bahan pendukung peralatan kosmetik yang digunakannya.

Konsumen kerap disulitkan dalam memilih kosmetik yang sehat untuk kulit karena klaim produk kecantikan dengan label natural atau berbahan dasar organik. Jangan keliru, hanya karena label demikian, bukan berarti bahwa kandungan produk tersebut sehat dan aman seperti yang diiklankan. Ditambah lagi, banyak kosmetik yang beredar di pasaran tanpa mempunyai perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk proaktif mencari informasi kandungannya guna dapat menjatuhkan pilihan kepada produk yang tepat.

Waspadai bahan-bahan kimia beracun di dalam berbagai kosmetik yang bisa mengundang bahaya kesehatan. Berikut adalah deretan bahan-bahan yang dilarang.

  • Vinyl klorida.
  • Metilen klorida.
  • Kloroform.
  • Propelan klorofluorokarbon.
  • Kandungan zirconium kompleks.
  • Bithionol.
  • Salisilanilida terhalogenasi (disalisilanilida, trisalisilanilida, tetraklorosalisilanilida, dan metabromsalan).

Sementara itu, bahan-bahan kimia yang masih dapat digunakan, namun harus dibatasi secara ketat, antara lain kandungan merkuri, tabir surya dalam kometik, dan heksaklorofen. Sebuah organisasi riset lingkungan ternama di Amerika Serikat yang berfokus pada mengedukasi konsumen tentang bahan-bahan dalam produk perawatan tubuh, merekomendasikan untuk menghindari beberapa bahan kimia berikut.

  • hydroquinone
  • Coal tar pada pewarna rambut atau bahan coal tar lainnya (misalnya, aminophenol, diaminobenzena, dan phenylenediamine)
  • Formaldehida
  • Benzalkonium klorida
  • triclosan & triclocarban
  • paraben (propil, isopropil, butil, dan isobutil)
  • Butylated hydroxyanisole (BHA)
  • MDM hydantoin & bronopol
  • methylisothiazolinone dan methylchloroisothiazolinone
  • oxybenzone
  • Senyawa PEG / ceteareth / polyethylene
  • sulingan minyak bumi (petroleum)
  • phthalates
  • resorsinol
  • retinyl palmitate dan retinol (vitamin A)

Selain bahan-bahan di atas, Anda juga dianjurkan untuk memerhatikan kandungan kosmetik lainnya yang juga tidak aman, seperti wewangian dan pengawet, serta mempertimbangkan keamanan kemasan produk sehingga Anda dapat membuat pilihan yang lebih bijaksana untuk diri sendiri.

Wewangian

Aroma atau fragrance yang terdapat di dalam kosmetik sebetulnya bukan kandungan utama. Namun, banyak produk perawatan tubuh di pasaran dengan keharuman tertentu atau dengan kata lain mengandung fragrance. Padahal, bahan kimia pembuat fragrance sering kali menyebabkan reaksi alergi. Ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk menghindari produk dengan label fragrance.

Pengawet

Tambahan pengawet pada produk perawatan kecantikan juga seharusnya menjadi perhatian khusus konsumen. Secara umum, pengawet digunakan untuk membunuh bakteri dan memperpanjang masa pakai produk. Namun, pengawet dapat mengiritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi, dan sering kali menimbulkan aroma yang kurang disukai sebagian orang.

Kemasan

Pilih kemasan yang aman dan kedap udara karena kemasan yang seperti ini membuat bakteri tidak dapat berkembang biak. Sementara itu, kemasan yang tidak tertutup rapat maupun kemasan stoples dengan mulut terbuka bisa jadi terkontaminasi oleh bakteri.

Jika sudah terkontaminasi mikroorganisme, seperti bakteri atau jamur, kosmetik bisa menjadi berbahaya untuk digunakan. Selain faktor kemasan yang kurang baik, produk juga bisa terkontaminasi oleh mikroorganisme bila proses penyimpanan dan pengirimannya kurang baik, produk mengandung materi yang dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme sebagai akibat tidak menggunakan pengawet yang efektif dan aman, kondisi pabrik kurang baik, terkontaminasi bahan mentah air atau lainnya, maupun karena proses penggunaan oleh konsumen, misalnya mencelupkan jari ke dalam produk.

Tips Menggunakan Kosmetik

Selain menggunakan kosmetik yang tidak mengandung bahan berbahaya dan bahan-bahan kimia yang perlu dihindari, Anda disarankan untuk mengikuti beberapa tips penggunaan kosmetik yang baik dan aman berikut ini.

  • Cuci tangan hingga bersih sebelum menggunakan kosmetik, terutama bila Anda perlu memasukkan jari ke dalam wadah kosmetik.
  • Jagalah kosmetik, misalnya maskara, agar tidak terkontaminasi air ataupun liur karena bisa mengundang bakteri. Karena itu, jangan pernah melembapkan maskara yang kering dengan liur Anda.
  • Setelah menggunakan kosmetik, simpan dengan baik di tempat yang sejuk karena tempat yang terlalu hangat dapat mendorong pertumbuhan sebagian mikroorganisme.
  • Carilah informasi tentang produk favorit Anda apakah aman ataukah terkena kebijakan recall atau penarikan produk dari pasaran.
  • Hindari mewarnai bulu mata secara permanen karena dapat menyebabkan kerusakan pada mata bila tidak digunakan dengan benar.
  • Jangan menggunakan kosmetik yang disimpan terlalu lama. Buang setelah beberapa bulan.
  • Jangan berbagi atau saling meminjamkan kosmetik dengan orang lain.
  • Sebelum tidur, bersihkan wajah Anda dari make up.

Pilihlah kosmetik yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit Anda. Selain itu, perhatikan informasi yang tertera pada kemasan, seperti kapan kedaluarsanya, serta hindari yang mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu, bila kosmetik favorit Anda sudah jelas tingkat keamanannya, gunakan dan simpan sesuai petunjuk pada kemasan.

Check Also

Apa Sajakah Tanda Dari Herpes Genital yang Perlu Kita Waspadai?

Apa Sajakah Tanda Dari Herpes Genital yang Perlu Kita Waspadai? – Salah satu penyakit infeksi menular …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *