Home / Tech / Bagi Calon Ayah, Perhatikan Gaya Hidupmu Demi Anak!

Bagi Calon Ayah, Perhatikan Gaya Hidupmu Demi Anak!

Penelitian menunjukkan bahwa selain usia, gaya hidup calon ayah ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan calon bayi. Dengan adanya temuan ini, tanggung jawab menjaga kesehatan demi memiliki bayi yang sehat bukan hanya diemban oleh calon ibu hamil, tetapi Ayah pun wajib memerhatikan pola hidupnya sendiri. Ini karena perilaku sehat kedua calon orang tua dapat berdampak kepada tingkat keberhasilan kehamilan, risiko ibu mengalami keguguran, anak mengalami cacat lahir, serta terjadinya penyakit kanker pada anak.

Bagi seorang calon ayah, pola makan, kebiasaan merokok, kesukaan terhadap minuman beralkohol, serta faktor usia dapat berkontribusi terhadap terjadinya cacat lahir pada anak, penyakit mental, autisme, obesitas, dan masalah-masalah lainnya. Penelitian menegaskan bahwa sperma calon ayah bisa membawa potensi masalah kesehatan untuk anak ke dalam sel telur si calon ibu.

Buat Calon Ayah Perhatikan Gaya Hidupmu Demi Anak - AlodokterBuat Calon Ayah Perhatikan Gaya Hidupmu Demi Anak - Alodokter

Berikut adalah beberapa faktor gaya hidup yang perlu diperhatikan calon ayah.

Pola makan

Terapkan pola makan sehat dan seimbang serta jaga berat badan tetap ideal, maksudnya jangan terlalu kurus dan jangan sampai obesitas. Pria yang mengalami obesitas cenderung memiliki anak dengan risiko obesitas yang lebih tinggi. Anak-anak tersebut juga lebih cenderung mengalami diabetes, metabolisme yang tidak normal, serta sebagian jenis kanker. Hal ini dapat terjadi karena obesitas dan gizi buruk membuat perubahan pada gen tertentu yang berhubungan langsung dengan kondisi tersebut. Calon ayah dapat menerapkan pola makan sehat seperti berikut ini.

  • Konsumsi sayur dan buah. Dalam sehari, upayakan mengonsumsi setidaknya 3-5 takaran saji sayuran dan 2-4 takaran saji buah-buahan. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan antioksidan, seperti beta karoten dan vitamin C. Selain itu, kamu juga dapat mengonsumsi gandum dan kacang-kacangan sebagai sumber asupan vitamin E. Secara umum, nutrisi antioksidan dari vitamin E dan vitamin C dapat membantu menangkal radikal bebas.

Vitamin C sendiri telah diketahui sebagai faktor penting dalam menjaga kualitas kesehatan reproduksi pria. Seorang pakar biokimia mengatakan bahwa vitamin C ditemukan lebih banyak sekitar delapan kali lipat di dalam air mani daripada di dalam plasma darah, sehingga berperan penting dalam mendukung kehamilan. Bukan hanya itu, penelitian pakar tersebut juga menemukan bahwa pria yang mengalami defisiensi vitamin C berkemungkinan 2,5 kali lipat memiliki bentuk sperma yang tidak sempurna, dibandingkan pria yang kebutuhan vitamin C-nya terpenuhi.

  • Memenuhi kebutuhan asam folat, salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi sayuran hijau, seperti brokoli, kubis, sawi, dan selada. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi polong-polongan, kacang, biji bunga matahari (kuaci), jeruk, serta makanan lainnya yang kaya akan asam folat, serat, dan gizi.
  • Mengonsumsi protein seperti ikan dan daging tanpa lemak, serta tidak ketinggalan produk susu rendah lemak ataupun dalam bentuk yoghurt.
  • Mencukupi kebutuhan vitamin D, zinc, dan selenium. Zinc dan selenium dapat diperoleh dari kacang-kacangan dan daging ayam. Sedangkan vitamin D diperoleh tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari.

Bila pola makanmu belum mampu memenuhi semua nutrisi yang diperlukan, kamu dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi multivitamin, namun pilih dosis yang sedang.

Hentikan Kebiasaan Merokok Sekarang Juga!

Upayakan untuk menjauhi rokok selama mungkin sebelum kamu menjalani program untuk memiliki anak, mungkin bertahun-tahun sebelumnya. Sebuah penelitian menyarankan bahwa calon ayah seharusnya berhenti merokok demi melindungi momongannya dari penyakit kanker yang umum terjadi pada anak-anak. Walaupun masih membutuhkan penelitian lain yang lebih mendalam, namun hasil penelitian ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Terlebih lagi, penelitian tersebut menemukan bukti bahwa para ayah yang merokok, kapan saja di dalam hidupnya, 30 persen lebih mungkin memiliki anak dengan kanker, dibandingkan para ayah yang tidak pernah merokok.

Selain itu, tingkat kematian bayi secara umum lebih tinggi 45 persen bila ayahnya merokok, dibandingkan bila ayahnya tidak merokok. Tidak hanya itu, sejumlah studi menemukan lebih banyak kejadian cacat lahir pada anak dari ayah yang merokok, dibandingkan yang tidak merokok.

Hindari atau Batasi Minuman Beralkohol

Kesukaan ayah dalam mengonsumsi minuman beralkohol selama ini dapat berdampak kepada gen anak, meski si ibu tidak mengonsumsi minuman beralkohol sebelum atau selama kehamilan. Bila ayah gemar mengonsumsi alkohol, hasilnya adalah kemungkinan anak lahir dengan gejala gangguan bayi akibat alkohol (fetal alcohol syndrome). Anak dengan gangguan ini dapat memiliki berat badan yang rendah, perkembangan otak terganggu, serta kesulitan belajar. Penelitian menemukan bahwa sebanyak 3 dari 4 anak yang didiagnosis mengalami gangguan ini ternyata memiliki ayah yang suka mengonsumsi minuman beralkohol.

Menjalani pola hidup sehat tidak berhenti pada upaya menerapkan pola makan sehat serta menghindari merokok dan minuman beralkohol, tapi calon ayah juga perlu rutin berolahraga. Menjaga berat tubuh ideal dan menjalani pola hidup sehat penting untuk menjaga kualitas sperma ayah dalam kondisi baik demi menghasilkan buah hati yang sehat. Selain itu, sebisa mungkin kelola stres dengan baik serta hindari stres yang berkepanjangan. Meskipun butuh penelitian lebih lanjut, tetapi hasil studi yang tersedia saat ini menunjukkan level stres yang tinggi meningkatkan risiko memiliki anak dengan gangguan perilaku.

googletag.cmd.push(function(){googletag.display(“div-gpt-ad-1450067495602-0”);});

Check Also

Kocak, saat Jokowi Ditanya Netizen Soal Hokage Ke-8 ‘Naruto’

JAKARTA – Akun Youtube Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunggah video yang menjawab pertanyaan dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *