Home / Health / Awalnya Radang Tenggorokan, Akhirnya Jadi Penyakit Jantung Rematik

Awalnya Radang Tenggorokan, Akhirnya Jadi Penyakit Jantung Rematik

Radang tenggorokan adalah hal umum,tetapi infeksi tenggorokan akibat streptokokus grup Ayang tidak ditangani di kemudian hari dapat menyebabkan demam rematik yang memicu penyakit jantung rematik yang mematikan.

Hati-hati jika Anda atau anak Anda mengalami sakit tenggorokan ringan lebih dari 2-3 hari, sakit tenggorokan parah tanpa disertai gejala pilek lain (seperti hidung meler, bersin, dan batuk) dengan disertai demam tinggi, sakit tenggorokan yang disertai pembengkakan kelenjar getah bening, ruam kemerahan pada dahi dan leher, sulit menelan makanan, keluarnya darah dari hidung (mimisan), atau lidah yang berwarna merah berbintik-bintik.

penyakit rematik jantung-alodokter

penyakit rematik jantung-alodokter

Kondisi-kondisi di atas ini bisa jadi adalah gejala radang tenggorokan yang hanya bisa diatasi dengan antibiotik. Sayangnya, jika tidak ditangani dengan baik, dapat terjadi komplikasi jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh karena proses peradangan yang berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan paska sakit tenggorokan. Peradangan ini dapat menimbulkan kondisi demam rematik. Pada jantung, dapat terjadi penyakit jantung rematik yaitu kerusakan permanen pada jantung akibat peradangan demam rematik. Bagian jantung yang terkena dapat meliputi katup jantung maupun otot jantung.

Demam Rematik yang Mengawali Penyakit Jantung Rematik

Demam rematik paling umum terjadi pada anak-anak kisaran usia 5-15 tahun. Penyakit ini umumnya terjadi di daerah-daerah dengan sanitasi buruk, padat penduduk, dan terbatasnya akses ke sarana kesehatan.

  • Penyakit demam rematik umumnya ditandai dengan gejala-gejala berikut:
  • Nyeri sendi.
  • Artritis atau radang sendi. Nyeri sendi ini sering terasa pada lutut, siku, pergelangan tangan, tangan, dan kaki. Nyeri sendi dapat berpindah-pindah dari satu sendi ke sendi lain. Gejala artritis ini umumnya dapat hilang dalam waktu 1-1,5 bulan tanpa kerusakan permanen.
  • Demam.
  • Dada terasa nyeri.
  • Kelelahan.
  • Muncul ruam yang tidak terasa sakit dengan tepian yang tidak teratur dan agak menebal/menimbul.
  • Pada kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan peradangan pada jantung/karditis. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak dan menyebabkan jantung sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Dada yang terasa sakit, batuk yang tidak kunjung reda, detak jantung tidak teratur adalah gejala-gejala yang bisa ditimbulkan.
  • Peradangan pada saraf yang disebut Sydenham’s chorea.

Gejala-gejala di atas dapat hilang dalam waktu sebulan, tapi bisa juga tetap terasa hingga beberapa bulan. Pada umumnya, penanganan demam rematik dapat dilakukan di rumah ataupun di rumah sakit, tergantung kepada tingkat keparahan kondisi. Selain antibiotik, obat-obatan untuk meredakan peradangan bisa diberikan untuk mengurangi gejala yang dirasakan.

Sayangnya, selain tidak ada obat penyembuh penyakit demam rematik, seseorang yang sudah pernah mengalami penyakit ini dapat mengalaminya kembali di masa yang akan datang. Jika kembali terulang, maka dampaknya dapat mempertinggi risiko terjadinya kerusakan jantung permanen.

Pencegahan dilakukan dengan pemberian antibiotik dalam jangka panjang. Penanganan tersebut diberikan untuk meringankan gejala dan mencegah kerusakan pada jantung (penyakit jantung rematik). Jantung yang sudah terkena dampak akan sangat sulit untuk kembali pulih seperti semula. Kelelahan terus-menerus dan napas pendek-pendek dapat selalu terjadi sebagai gejala penyakit rematik jantung. Selain itu, stroke dan gagal jantung adalah sebagian komplikasi lain yang dapat ditimbulkan akibat penyakit demam rematik.

Penyakit Jantung Rematik setelah Demam Rematik

Pusing, dada terasa sakit, kelelahan, dan napas yang pendek-pendek merupakan gejala utama penyakit rematik jantung. Meski demikian, gejala ini kemungkinan baru terasa bertahun-tahun setelah penyakit demam rematik reda.

Meski awalnya infeksi tenggorokan disebabkan oleh bakteri, tapi penyakit demam rematik dapat berkembang bukan karena bakteri, namun karena respons kekebalan tubuh. Saat tubuh mengalami infeksi streptokokal, sistem imun tubuh melindungi diri secara otomatis dengan cara menyerang bakteri kembali. Tetapi terkadang sistem imun ini justru menyerang jaringan tubuh, seperti jantung dan sendi. Serangan pada jantung menyebabkan katup jantung membengkak sehingga memicu timbulnya jaringan parut pada pintu katup (valve).

Dalam kasus yang tidak parah, kondisi ini dapat ditangani dengan obat penghambat ACE yang berfungsi melemaskan arteri sehingga darah dapat lebih mudah dengan leluasa ke seluruh tubuh. Namun pada beberapa kasus, penyakit jantung rematik dapat memicu fibrilasi atrial yang menyebabkan jantung berdetak tidak normal dan bahkan meningkatkan risiko stroke. Lebih jauh lagi, dalam kasus yang lebih parah, jantung tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Kondisi ini disebut gagal jantung.

Selain infeksi bakteri tertentu, riwayat keluarga yang pernah mengidap penyakit jantung rematik dan lingkungan (seperti sanitasi yang buruk) menjadi dua faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit jantung rematik.

Risiko penyakit jantung rematik sebenarnya berpotensi dikurangi jika bakteri streptokokus dapat segera dihilangkan dengan mengonsumsi antibiotik hingga habis. Oleh karenanya, saat radang tenggorokan tiba, sangat penting untuk menghabiskan antibiotik bila diresepkan dokter.

Check Also

Apa Sajakah Tanda Dari Herpes Genital yang Perlu Kita Waspadai?

Apa Sajakah Tanda Dari Herpes Genital yang Perlu Kita Waspadai? – Salah satu penyakit infeksi menular …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *