Home / Health / 9 Mitos Diet yang Justru Berisiko Menaikkan Berat Badan

9 Mitos Diet yang Justru Berisiko Menaikkan Berat Badan

Tidak makan malam dan menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan adalah mitos atau fakta? Coba cermati dulu penjelasannya agar tidak tersesat di tengah ketidakjelasan.

Banyak orang terobsesi menurunkan berat badan secara cepat sehingga mencari-cari formula khusus untuk diet. Tetapi sayangnya formula-formula ini belum tentu tepat atau sering kali disalahartikan.

9 Mitos Diet yang Justru Berisiko Menaikkan Berat Badan-Alodokter

Jadi apa yang salah? Ini dia sembilan mitos terkenal yang beredar di tengah masyarakat.

Karbohidrat menyebabkan tubuh gemuk

Salah! Karbohidrat tidak akan menyebabkan kegemukan jika dikonsumsi secukupnya. Selain itu, karbohidrat punya banyak bentuk yang justru membuat tubuh sehat. Kentang yang dikonsumsi beserta kulitnya dapat memenuhi kebutuhan serat. Begitu juga dengan beras merah dan gandum utuh.

Untuk kurus, kamu tidak perlu sarapan atau tidak perlu makan malam

Salah! Bagaimana pun kondisi tubuhmu, sarapan adalah penting. Selama tidur dari malam hingga pagi, perut dalam kondisi kosong selama kurang lebih 8 jam. Tidak sarapan juga membuatmu berisiko mengonsumsi camilan yang belum tentu sehat sebelum waktu makan siang. Begitu juga dengan makan malam. Tidak ada bukti pasti yang menyatakan makan malam dapat meningkatkan berat badan. Namun tentu saja makan malam tidak boleh berlebihan ataupun mengandung kalori yang tinggi. Satu lagi yang perlu diperhatikan, hindari makan besar persis sebelum tidur malam untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan dan nyeri ulu hati.

Sedapat mungkin hindari asupan lemak

Tidak selalu demikian. Selain karbohidrat dan protein, tubuh tetap membutuhkan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi serta memperbaiki sel tubuh. Sebagai pilihan yang tepat, kamu dapat memilih jenis lemak yang lebih sehat, seperti buah avokad, kacang-kacangan, ikan, dan biji-bijian. Sebaliknya, batasi konsumsi lemak yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti daging merah, mentega, dan berbagai makanan olahan yang tak sehat (contoh: keripik, kerupuk, dan berbagai kue).

Olahraga berlebihan, berat badan lebih cepat turun

Salah! Penurunan berat badan akan berhasil jika kamu dapat melakukan perubahan sedikit demi sedikit pada gaya hidupmu dan konsisten. Perubahan ini tidak harus ekstrem, tapi lakukan secara bertahap dan konstan. Jika hanya dilakukan sesekali, hasilnya pun tidak akan maksimal. Perubahan yang dimaksud dapat dimulai dengan lebih sering berjalan kaki atau bersepeda tiap akhir pekan dibarengi mengonsumsi makanan yang lebih sehat. Aktivitas menyenangkan lain, seperti bermain bersama anak, menari, atau berkebun juga dapat dianggap sebagai aktivitas yang menyehatkan.

Bila kamu berusia 19-64 tahun, pastikan saja kamu melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit seminggu yang dibagi ke dalam beberapa hari, ditambah dengan latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu. Yang termasuk aktivitas aerobik intensitas sedang antara lain jalan cepat atau bersepeda. Adapun yang termasuk latihan kekuatan antara lain membawa beban berat (seperti belanjaan), yoga, latihan beban, ataupun push-up dan sit-up.

Kombinasi tersebut juga dapat diganti dengan minimal 75 menit aktivitas aerobik berat per minggu ditambah dengan minimal dua kali latihan kekuatan. Pilihan lainnya adalah mengombinasi aktivitas aerobik sedang dan berat ditambah dengan latihan kekuatan. Adapun aktivitas aerobik berat antara lain lari, renang cepat, bersepeda cepat, beladiri, dan sepak bola.

Makanan sehat selalu lebih mahal

Salah! Harga seporsi makanan cepat saji, misalnya, kurang lebih setara dengan satu keranjang sayuran yang dapat dibeli di pasar tradisional, seperti bayam, sawi, kacang-kacangan.

Supaya kurus, kamu perlu minum banyak air

Belum sepenuhnya benar. Air memang penting untuk mendukung metabolisme tubuh yang baik, tapi nyatanya meminum air banyak saja tidak banyak berperan dalam menurunkan berat badan. Mengonsumsi air dapat bermanfaat secara maksimal untuk menurunkan berat badan jika disertai dengan perubahan gaya hidup menyeluruh, seperti olahraga secara teratur dan pola makan sehat.

Untuk menurunkan berat badan, kamu harus menahan lapar

Salah!Diet dengan menahan lapar justru dapat menyebabkan pertambahan berat badan karena kemungkinan tidak akan bertahan dalam jangka panjang. Selain itu menahan lapar karena tidak mengonsumsi makanan secukupnya berisiko menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dan energi. Satu hal yang pasti sebagai akibat dari menahan lapar adalah menjadikan nafsu makanmu lebih besar. Tanpa sadar, kamu mungkin akan makan dalam porsi yang lebih banyak saat jadwal makan tiba.

Makanan kemasan berlabel rendah lemak pasti lebih sehat

Tidak selalu demikian. Makanan berlabel ’rendah lemak’ kadang-kadang justru mengandung bahan lain dalam kadar tinggi, seperti gula. Untuk memastikannya, teliti label nutrisi pada kemasan makanan.

Berhenti mengonsumsi camilan adalah salah satu cara diet

Tidak selalu. Camilan di sela-sela waktu makan utama tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Yang salah bukan pada kebiasaan makan camilan, tetapi jenis camilannya. Daripada makan camilan keripik atau cokelat, lebih baik pilih buah-buahan.

Pada umumnya tidak ada cara kilat untuk menurunkan berat badan. Cara terbaik yang sehat dan efektif dalam jangka panjang untuk diet adalah mengikuti cara-cara klasik yang sederhana. Cobalah untuk mengubah pola makan kepada pilihan menu yang mengutamakan sayur-sayuran dan buah-buahan segar, olahraga secara teratur, serta mengelola stres.

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *