Home / Health / 8 Obat yang Belum Tentu Tepat Diberikan untuk Balita

8 Obat yang Belum Tentu Tepat Diberikan untuk Balita

Sebagian orangtua serta merta memberikan obat tiap kali balita sakit. Padahal sebenarnya beberapa kondisi yang bersifat umum dapat reda dengan sendirinya tanpa obat. Selain itu, memberikan obat bebas secara sembarangan justru berisiko menyebabkan efek samping dan komplikasi pada balita.

Terkadang karena panik atau tidak tahu, orang tua yang balitanya sakit memberikan obat yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi orang dewasa atau yang memang tidak seharusnya dikonsumsi balita. Hal ini dapat berakibat fatal terutama pada bayi pada kondisi tertentu.

8 Obat yang Belum Tentu Tepat Diberikan untuk Balita-alodokter

Sebagai pengetahuan dan panduan, ada beberapa obat yang tidak boleh sama sekali diberikan kepada balita kecuali dengan resep dokter dan beberapa obat lain yang patut dicermati baik-baik sebelum diberikan kepada balita.

Hindari memberikan:

Aspirin

Aspirin dapat menyebabkan Sindrom Reye yang dapat berisiko fatal bagi bayi. Perhatikan juga bahwa ada beberapa jenis obat yang ternyata mengandung aspirin dengan nama berbeda, seperti salicylate atau acetylsalicylic acid. Obat ini bahkan sebaiknya tidak diberikan hingga remaja berusia lebih dari 19 tahun.

Obat untuk orang dewasa

Jika pada kemasan obat tidak tertera aturan konsumsi atau takaran untuk balita atau anak, maka obat tersebut memang bukan diperuntukkan bagi balita. Obat khusus untuk balita bersifat lebih padat dibandingkan obat yang diberikan ke orang yang lebih tua. Maka jangan pernah memberikan obat dewasa meski dalam dosis lebih kecil kepada balita.

Obat yang diresepkan untuk satu penyakit tidak bisa untuk penyakit lain

Tiap obat diresepkan secara khusus untuk menangani kondisi tertentu dan pada individu tertentu. Jangan memberikan obat yang diresepkan dokter untuk suatu penyakit khusus bagi seorang anggota keluarga untuk menangani penyakit yang diderita anggota keluarga lain, misalnya adik dan kakak.

Hati-hati memberikan:

Ibuprofen

Ibuprofen dapat diberikan setelah bayi berusia lebih dari tiga bulan dengan berat badan lebih dari lima kilogram dan tidak mengidap asma. Namun sebaiknya konsultasikan dulu pemberiannya kepada dokter. Kecuali diresepkan dokter, hindari memberikan ibuprofen secara mandiri pada balita atau anak yang sedang mengonsumsi obat lain yang juga mengandung ibuprofen.

Obat batuk dan obat flu yang dijual bebas

Selain belum tentu meringankan gejala flu dan batuk, obat-obatan ini justru dapat membahayakan jika tidak dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Selain itu ruam kemerahan, sakit perut, serta detak jantung yang lebih cepat adalah efek samping yang mungkin terjadi sebagai akibat konsumsi dosis yang terlalu tinggi. Dekongestan, ekspektoran, dan antihistamin adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan ini.

Obat anti-mual

Hindari memberikan obat anti-mual kecuali diresepkan oleh dokter. Obat-obatan jenis ini berisiko menyebabkan komplikasi.

Acetaminofen (parasetamol) tambahan

Untuk meredakan demam dan nyeri, obat ini dapat diberikan kepada balita berusia lebih dari dua bulan. Beberapa jenis obat telah mengandung acetaminofen. Oleh karenanya, hindari memberikan acetaminofen lain secara terpisah karena akan berisiko menyebabkan balita kelebihan dosis.

Obat atau tablet yang dikunyah

Obat jenis ini berisiko membuat balita tersedak.

Selain daftar di atas, balita disarankan tidak mengonsumsi terlalu banyak antibiotik jika tidak terlalu dibutuhkan. Jika dokter meresepkan antibiotik untuk balita Anda yang sedang sakit, tidak ada salahnya untuk menanyakan alasan langkah ini. Dan ingat untuk selalu memberikan antibiotik yang diberikan hingga agar seluruh bakteri penyebab penyakit mati.

Saat membeli obat, beritahukan usia anak Anda dan minta petunjuk pemakaian obat pada apoteker. Selain itu selalu periksa tanggal kedaluarsa pada kemasan obat. Dengan memperhatikan hal-hal di atas, balita dapat sehat dan terhindar dari berbagai risiko akibat ketidaktelitian pemberian obat.

Check Also

mengatasi batuk parah

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu

Mengatasi Batuk Parah menggunakan Kurma Dan Susu – Tak hanya dikonsumsi saat berbuka puasa, buah kurma …